Showing posts with label tips memasak. Show all posts
Showing posts with label tips memasak. Show all posts

Friday, March 8, 2013

Tips Hari Ini : Agar Daging Sapi Tidak Kehilangan Nutrisinya

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/03/06/1116428-daging-sapi-daging--p.jpg
Photo From: Here

Berikut ada beberapa tip menyimpan daging sapi segar agar nutrisinya tak banyak terbuang/berkurang.
  • Jika daging yang telah anda beli tidak langsung dimasak, sebaiknya simpan di dalam lemari es pada bagian yang paling dingin (bukan freezer) atau chiller. Jaga suhunya antara 1-5 derajat Celcius agar bakteri tak berkembang dan tidak meyebabkan daging menjadi busuk.
  • Jika daging kotor, jangan langsung dicuci dengan air, cukup bersihkan daging dengan tangan atau memotong bagian yang kotor tersebut. Mencuci daging hanya akan menambah jumlah bakteri (yang ada di air keran) ke permukaan daging. Ini tentu mempercepat proses pembusukan daging dan memperpendek umur simpan.
  • Sebelum anda menyimpan daging, letakkanlah dalam wadah terlebih dahulu, kemudian tutup rapat dengan plastik kedap udara.
  • Simpan daging dalam wadah terpisah, jangan mencampur daging mentah dengan daging yang sudah diolah.
  • Jika Anda mempunyai banyak persediaan daging, janganlah simpan daging bertumpuk-tumpuk. Selalu taruh daging mentah hanya satu lapis saja.
  • Sebaiknya anda jangan menyimpan daging dalam keadaan utuh. Simpan dalam bentuk potongan-potongan kecil saja.
  • Jika semua cara ini dilakukan dengan tepat, maka kami yakin daging bisa bertahan lebih dari tiga hari.

Sumber: Booklet Kids Love Australian Beef, Meat and Livestock Australia Regional Banquet Workshop 2013.

Tuesday, February 26, 2013

Tips Hari Ini: Trik Merebus Telur Tanpa Kulitnya

 http://klimg.com/vemale.com/headline/650x325/2013/02/cara-merebus-telur-tanpa-kulitnya.jpg
Photo From : Here

Apakah anda pernah melihat atau mencicipi telur rebus yang dimasak tanpa kulitnya? putihnya matang sempurna dan lembut seperti telur rebus biasanya. Namun, kuningnya tidak pecah dan terlalu matang, tapi legit setengah matang dan sangat cocok dijadikan sarapan atau teman nasi goreng. Ternyata, memasak telur seperti itu butuh teknik juga looohhh. Di dunia kuliner, telur yang direbus tanpa kulitnya biasa disebut dengan nama poached egg. Kalau dibayangkan memang mudah, tetapi saat mempraktekkannya, Anda harus punya trik khusus agar hasilnya sempurna.

Dikutip dari AntaraNews, seorang juru masak andalan resto Sunny Side Up, Dwi Rahmat memberikan bocoran trik membuat poached egg ini. "Untuk membuat poached egg yang sempurna, telur direbus tanpa kulit pada cairan yang mengandung cuka dan garam," jelas Dwi. Di situlah kunci agar putih telur tetap utuh dan tidak bercampur atau pecah di dalam air.

Langkah-langkah pembuatan poached eggs:
  1. Siapkan telur yang akan direbus, cuci bersih.
  2. Didihkan air, tambahkan sedikit garam dan cuka.
  3. Pecahkanlah ujung telur secara perlahan, dan buka sedikit saja agar memiliki celah (seperti saat Anda ingin memisahkan putih dari kuningnya)
  4. Tempelkanlah telur pada bibir mangkok saat akan memasukkan telur ke dalam panci.
  5. Apinya kecil saja agar bagian kuningnya bisa setengah matang.
  6. Saat telur mengambang, angkat lalu tiriskan.
Poached egg yang sempurna adalah ketika putih telur matang tapi kuningnya masih setengah matang. Apabila kuningnya masih mentah, maka api yang digunakan terlalu besar.

Waktu memasak:

a. Untuk telur yang disimpan di suhu ruang
  • Dengan api kecil, berkisar antara 2 menit 30 detik hingga 2 menit 40 detik saja.
b. Untuk telur yang disimpan di dalam lemari es
  • Biasanya sekitar 3 menit. Semakin besar telurnya, maka waktu yang dibutuhkan akan semakin lama.
Poached egg yang sempurna
  1. Sebaiknya siapkan air es di dalam mangkuk.
  2. Seketika setelah si telur diangkat dari panci, ditiriskan sejenak dari air panas, masukkan telur ke dalam mangkuk yang berisi air es tersebut. Maka telur akan lebih padat dan kenyal, serta terjaga bentuknya.

Monday, February 18, 2013

Tips Hari Ini : Cara Menghilangkan Gosong di Panci "Stainless Steel"

http://assets.kompas.com/data/photo/2010/08/25/1606574p.jpg
From: Here

Panci-panci yang terbuat dari stainless steel bisa membantu mempercepat proses memasak. Namun, proses pemanasan yang terus-menerus dan tanpa teknik merawat yang tepat akan menyebabkan panci cepat berubah warna dan munculnya bercak-bercak hitam sisa asap yang menempel di bokong panci.

Bercak-bercak hitam itu sudah pasti membuat panci anda selalu terlihat kotor, dan membuat Anda risih memakainya. Jika anda memiliki masalah seperti ini, tak perlu langsung membuang panci karena bercak hitam itu masih bisa dihilangkan kok. Cara untuk menghilangkan noda tersebut juga sangat tergantung pada materi penyusun panci tersebut. Nah, untuk panci stainless steel, Anda bisa menggunakan cuka putih atau jus lemon.

Cucilah panci Stainless Steel anda dengan menggunakan cuka atau jus lemon, kemudian gosok perlahan. Hindari merendamnya dalam cairan ini karena bisa membuat permukaannya berlubang yang disebabkan oleh tingginya tingkat keasaman pada cuka dan jus lemon tersebut. Setelah itu, cuci kembali panci ini dengan menggunakan sabun pencuci piring yang biasa anda gunakan. Setelah bersih, lap dengan kain bersih. Jangan membiarkan panci ini kering karena angin karena kombinasi air dan udara karena akan mempercepat proses pengkaratan.

Demikian tulisan kali ini, semoga bermanfaat bagi anda para ibu rumah tangga :D



Sumber: Martha Stewart

Friday, January 11, 2013

Tips Hari Ini : Mana Margarin Dan Mana Mentega?

http://lapar.com/wp-content/uploads/2012/09/margarin.jpg 
Sumber Gambar : Klik

Mirip tapi beda. Ya, margarin dan mentega memang mirip, tapi sebenarnya mereka adalah dua bahan yang berbeda. Ini mentega atau margarin, ya?  Hmm... masih bingung membedakannya?
Sebenarnya tidak sulit juga kok membedakan mana  margarin dan mana mentega. Sayangnya, karena tidak tahu kita jadi sering salah sebut. Yang margarin kita sebut mentega, dan mentega kita sebut margarin.

Nah, agar Anda tidak keliru lagi dalam menyebutnya, pahami perbedaan mentega dan margarin berikut ini:

Mentega atau butter
  • Terbuat dari lemak susu hewani (bukan nabati)
  • Mentega itu lebih gurih dan beraroma
  • Mentega ada dua jenis, mentega asin dan mentega manis.
  • Mentega lebih mudah mencair, sehingga lebih baik disimpan di dalam wadah yang tertutup dan dimasukkan ke dalam lemari es
Margarin
  • Margarin terbuat dari minyak nabati atau tumbuh-tumbuhan (bukan hewani)
  • Tidak seperti mentega, margarin cenderung kurang beraroma.
  • Berbeda dengan mentega, margarin hanya memiliki rasa asin saja
  • Margarin lebih padat ketimbang mentega, tidak mudah meleleh karena memiliki titik beku rendah.
Namun, bagaimanapun keduanya harus disimpan dengan rapi di dalam wadah yang tertutup setelah dibuka dari kemasannya. Kami menyarankan untuk menyimpannya di dalam lemari es agar tidak mudah terkontaminasi oleh debu, kotoran dan bakteri jamur di suhu ruangan.

Nah, sekarang sudah tahu kan bedanya mentega dan margarin. Jangan lupa baca kembali resep sebelum memasak atau membuat kue, apakah margarin atau mentega yang digunakan? Jangan salah lagi ya? Semoga tulisan ini bermanfaat :D Admin pamit, mau tidur, ngantuknya cetar membahanaaa :P